kisah ini berdasarkan curahaan hati dari seorang sahabat karib sejati sejiwaku, berawal dari weekend kemarin dia cerita semua tentang apa yang ada di hatinya dan apa yang dia rasakan.
tentunya sudah atas izin dan diketahui olehnya aku posting disini dengan sedikit polesan bahasa dan alur. heheee
SOSOK AKU DISINI adalah sahabatku,
KAMU adalah CALON SUAMI sahabatku,
DIA adalah Orang Ketiga yg Hadir dan baru dikenal sahabatku 2 hari saja.
entah mereka akan bertemu lagi atau tidak.
Timbul keraguan dan sederet pertanyaan menghujam
dalam jantungku,
Tatkala teringat mimpi dan harapan untuk hidup
menua bersamamu,
Mengarungi bahtera kehidupan rumah tangga
denganmu,
Setelah ku bertemu dengan nya, timbul Tanya dalam
kalbu dan melintas di benak.
Dia yang bagaikan refleksi dari diriku dan jiwaku.
Dia yang punya hobi sama denganku yaitu
travelling,
Dia yang sastrawan Bahasa inggris, yang baru 2
hari kemarin mengajarku di lembaga kursus Universal English ini.
Dari 2 kali di 2 hari pertemuan itu, aku seakan
terkesima dan terpesona melihat gaya Bahasa tubuhnya mengajar berbicara dan
bersikap, yang keseluruhan bisa aku bilang very good. Sangat mudah untuk
memahami pelajaran yang dia berikan.
Namun, sebagaimana diriku yang tidak pernah focus
dan memang tidak bisa focus hanya pada 1 hal di sekitarku. Fokusku teralihkan pada
sisi lain hidupnya sebagai pegiat travelling.
Selain dia mengajar kami di kelas, dia juga
meminta kami para murid nya untuk membuka dan lalu memfollow akun IG nya.
hmmmmmm
Saat aku buka, aku langsung terkesiap takjub
kagum, dan dalam hati berkata, inilah yang aku cari, yang aku tunggu yang aku
inginkan selama ini. Jalan-jalan keliling Indonesia. Dan bahkan dunia. J
Sembari aku terus melihat takjub foto-foto
perjalanan alam traveling nya yang dia sambil bekerja dengan open trip nya itu,
tiba-tiba dia ambil hp ku dan langsung dia klik follow.
Dan seketika hati langsung berdesir, seakan
merasakan perih. Entah kenapa, tapi ada satu bisikkan berbunyi bahwa dia kecewa
saat melihat foto profil ku berdua dg pria yg jadi calon lelakiku.
Hmmmmmmmmmmmmm
Semoga ini Cuma ke baper an ku saja. Dia enggak
mungkin merasakan hal itu. Hehehee. Ada ada aja ini.
Namun, tidak bisa ku pungkiri bahwa hati ini
berkata lain dengan yang di mulut.
Hati ini masih terus memanggil namanya, berharap
dia nge dm aku.
Apakah ini cobaan untuk hubungan kita? Untuk
menguji seberapa kuat aku menjalin hubungan dan komitmen jarak jauh ini?
Akankah aku sanggup bertahan dengan pertahanan
perasaan padamu yang jauh disana? Yang kini bagai hilang ditelan bumi, tidak
pernah ada kabar dan tidak mungkin bisa bertemu selama kurang lebih 2 bulan ke
depan dan entah sampai kapan kita tidak bisa berkomunikasi walaupun via hp. Tanpa
kejelasan. Namun yang pasti dan yang jelas, via DOA dan di setiap sujud ku
sebut namamu.
Kamu bagaikan ‘antara ada dan tiada’ kini,
Namun tenanglah,,, tekadku dari hati dan jiwa ini
masih tetap utuh dan bulat untukmu. Untuk tetap menjaga kesetiaan ini, dan
menjaga hati ini, serta memposisikan hanya 1 nama mu di hati ini.
insyaAllah hanya dengan keyakinan pada Allah SWT
bahwa Allah akan kasih yang terbaik untuk hambaNYA yang senantiasa berusaha dan
belajar melakukan dan memberikan yang terbaik dalam hidupnya. Aamiin..
begitu juga dengan rasaku padamu kini,
walau kini kau jauh, kau tidak menghubungiku sama
sekali, tidak pernah ada di hari-hariku dan dunia kesendirian ku kini, aku
tidak ingin berharap lebih dan terlalu jauh meminta dan bahkan mendikte Allah
atas takdir dan hidupku, bahwa kamu lah yang terbaik untuk menjadi pendamping
hidupku kelak.
Yang bisa aku lakukan hanyalah berharap kepada
Allah bahwa ‘Jika kamu memang jodohku yang terbaik menurut Allah, maka
dekatkanlah kami, dan sebaliknya jika kamu bukanlah jodoh terbaikku menurut
Allah, maka jauhkanlah kami’.
Dan sekarang, aku Cuma pengen ungkapkan keraguan
dan kekhawatiranku yang kurasakan kini.
Di dirinya seolah aku bisa melihat diriku dan
mimpiku selama ini, untuk berkeliling dunia, travelling, melakukan perjalanan
sebagai ungkapan syukur dan takjub atas alam dan kehidupan yang Allah berikan
pada makhlukNYA di bumi nan indah di semesta jagat raya nan maha luas ini.
Untuk mencari dan kemudian menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dalam
hidup dan kehidupan ini, kenapa jalan takdir ku harus begini? Kenapa jalan
hidupku tidak begitu? Dengan traveling lah ku temukan jawaban dari pertanyaan
itu.
Perjalanan untuk menemukan kembali warna-warni
hidup setelah sekian lama dirundung warna hitam putih bahkan abu-abu kelabu di
langit yang tidak lagi biru di hidupku.di alam nyata bahkan di alam bawah
sadarku.
Perjalanan untuk selalu dan tetap mencintai Allah
dan alam semesta milikNYA ini. Sebagai ungkapan rasa syukur akan nikmat hidup
nikmat iman ihsan dan islam dalam diri kita ini.
Perjalanan untuk menghindarkan diri dari rasa
kufur nikmat dan dari keluh kesah atas datangnya bertubi-tubi masalah dan
cobaan dalam hidup kita ini.
Perjalanan yang akan membawa dan memberi banyak
hikmah di setiap kejadian yang ditemui, yang dilalui dan kemudian tetap
disyukuri.
Aku tidak tahu persis umurnya berapa sekarang,
namun aku merasa kalau dia jauh lebih dewasa dariku, karena kedewasaan tidak
ditentukan dari umur kan?
Dia sudah sekian lama hidup di perantauan, hidup
jauh dari orangtua sama sepertiku.
Dia sudah sekian kali berpindah-pindah tempat
sebagai lahan kerja sekaligus travelling nya yang notabene aku lihat foto-foto
nya begitu menakjubkan alam Indonesia ini, terutama di Jawa Timur ini yang
ternyata sangat banyak objek wisata nya nan indah dan keren abis.
Dia yang memimpikan untuk honeymoon ke Maldives,
kamu tahu Maldives?
Itu yang sama seperti mimpiku denganmu.
Dia yang sudah lama menjomblo akibat dikhianati
setelah berpacaran 6 tahun dengan 1 wanita. Ini membuatku kagum, dia bisa se
setia itu. Dan menjaga komitmen seperti itu. Ini menurut cerita dan pengakuan
nya kepada kami setelah salah satu teman 1 kelas ku ada yang bertanya. Entah itu
pengakuan jujur sebenarnya atau hanya karangan nya saja, wallahualam, hanya
dia, hatinya, dan Allah Yang Tahu.
Lagi-lagi ini karena perihal hubungan jarak jauh.
Dan sesuai moto ku dahulu kala, “LDR is Bulshit”
Saat ini pun aku ragu, bukan karena aku ingin
bersama dia saat ini, bukan.
Namun karena tiba-tiba timbul keraguan dalam
hatiku, apakah aku bisa menjadi istrimu yang baik dan benar menurut aturan dan
ketentuan mu yang seabreg dan super ketat itu.
Sedangkan aku adalah seorang Bolang, suka
travelling, dan punya mimpi untuk keliling dunia bersama pasangan hidupku
kelak.
Dan seperti yang pernah kamu jelaskan padaku
perihal gambaran seorang istri di dunia mu yang notabene sangat
bertolakbelakang dengan dunia ku ini, yang jangankan keliling dunia atau
sekedar traveling melancong kapanpun aku ingin, sekedar jalan ke mall di kota
tempat kita tinggal saja kamu bilang akan sangat jarang bisa terjadi.
Lantas akan sanggupkah diriku menghadapi dan
melewati itu semua kelak?
Lantas haruskah aku menyerah pada mimpi-mimpiku
dan berubah menjadi seseorang yang bukan diriku sama sekali???????????????
Haruskah aku korbankan mimpi dan jati diri untuk
hidup denganmu?
Bukankah hakikatnya cinta, hidup mencinta dan
dicinta adalah berjalan bersama bergandengan tangan, kapan dan dimana pun
berada senantiasa bersama?
Bukan untuk di tinggal dalam kesendirian dan
kesepian dikarenakan tugas dan tanggungjawab.
Maafkan aku atas semua ini , kalau tiba-tiba
muncul keraguan seperti ini dalam lubuk hatiku.
Entah ini karena PMS yang aku rasakan sehingga
memperngaruhi pikiran ku menjadi negative dan bimbang.
Namun, satu yang masih aku sadari penuh. Bahwa aku
terhadapnya saat ini, hanya sebatas rasa kagum dan iri positif dikarenakan dia
bisa dan telah melakukan apa-apa yang menjadi impian dan keinginan dalam
hidupku.
Aku yakin ini bukan cinta, karena kalau cinta
tidak akan pernah ada dan butuh alasan kan?
Aku kagum sama dia, karena dia seorang master
Bahasa dan sastra Inggris, dia punya Usaha sendiri, dan kerjaan pun erat
kaitannya dengan travelling dan wisata alam. Explore alam.
Selebihnya, aku tahu dia sedang mencari menunggu
dan menanti datangnya kekasih hati yang akan jadi jodohnya yang dikirim Allah
SWT.
Dia sempat DM aku di IG perihal membalas comment
ku di Instastory nya, dia ajak aku main dan makan keluar, kalau tidak dia mau
main atau nongkrong di café bali house tempatku ngekost juga. Namun tidak aku
iya kan.
Aku anggap itu sebagai bercandaan dia dan untukku
sendiri sebagai ujian akan perasaan ku ini padamu.
Namun, maafkan aku yang tidak bisa berjanji
Bahwa aku mampu dan sanggup mengendalikan segala
asa dan rasaku ini yang tertuju padanya dalam waktu yang lama sebulan kedepan
keberadaan ku disini. Apalagi dengan tidak adanya kabar darimu sama sekali.
Hingga 10 mei nanti. insyaAllah….
Yang jadi satu keyakinanku adalah tidak adanya
fatwa yang abadi, tidak ada janji manusia yang sepenuhnya bisa ditepati,
dikarenakan banyak hal sebab musabab yang telah, akan dan mungkin terjadi.
Dan apalagi status kita belum terikat memang, baik
di pertunangan apalagi pernikahan.
Bisa saja aku masih menganggap bahwa diriku ini
jomblo dan belum mempunyai pasangan. Namun tidak kulakukan itu.
Karena aku ingin tetap berusaha dan mencoba
menjaga komitmen dari, di dan untuk hati dan diriku ini.
Perkara urusan nanti aku dan kamu akan bersatu
atau tidak, aku pasrahkan semua pada Takdir dan kehendak Allah SWT. Yang Maha
Memilikiku dan Memilikimu.
Lillahitaala. Wallahualam bishawab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar